Berita dan Informasi 06 March 2026 3 Menit Baca

Bimas Islam Kemenag Simeulue: Garda Terdepan Pelayanan dan Pembinaan Umat

Author
Fakhrurrazi, S.H.

Penghulu pada Kantor Urusan Agama Teluk Dalam Kabupaten Simeulue

Ringkasan

"Bimas Islam Kemenag Simeulue terus memperkuat pelayanan dan pembinaan umat melalui pembinaan da’i/da’iyah dan revitalisasi BKM. Program ini mendorong masjid menjadi pusat ibadah yang ramah sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama di tengah masyarakat Simeulue."

Simeulue - Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue memegang peran strategis dalam membina kehidupan keagamaan masyarakat. Sebagai garda terdepan pelayanan umat, Bimas Islam hadir untuk memberikan bimbingan, pelayanan, dan urusan keagamaan lainnya secara berkelanjutan kepada masyarakat Simeulue.


Dalam struktur organisasi, Bimas Islam berada di bawah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue dan terintegrasi secara fungsional dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. Kedudukan ini memungkinkan setiap kebijakan nasional dapat diterjemahkan secara tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat di daerah.


Sejalan dengan kedudukan di atas, tugas utama Bimas Islam meliputi pembinaan kepenghuluan dan layanan nikah melalui KUA, pembinaan keluarga sakinah, pembinaan penyuluh agama Islam, pengelolaan masjid, hisab-rukyat, serta pemberdayaan zakat dan wakaf. Selain itu, Bimas Islam juga mengemban amanah penting dalam penguatan moderasi beragama.


Melalui berbagai layanan tersebut, Bimas Islam hadir dalam program-program seperti bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, pembinaan penyuluh agama Islam, dan penguatan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat menjadi wujud nyata pengabdian pada masyarakat. Seperti acara yang telah diadakan beberapa pekan lalu. Bimas Islam menggelar kegiatan terhadap pembinaan da’i/da’iyah dan revitalisasi BKM (Badan Kemakmuran Masjid). Dalam sambutannya KakanKemenag, Nashrullah, S.Ag menyampaikan bahwa

"Para da’i dan da’iyah adalah garda terdepan dalam menyampaikan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin, oleh karena itu kita akan dukung terus hal-hal positif untuk kemajuan dan perkembangan mereka".

Ia berharap kompetensi dakwah dapat ditingkatkan sehingga dampak yang ditimbulkan bisa dirasakan oleh masyarakat.

 

Ketua panitia penyelenggara kegiatan pembinaan revitalisasi BKM, Fauzan S.Ag., M.H menuturkan bahwa pembinaan BKM harus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan umat.

"Ia, Pembinaan BKM sudah dilakukan, dan diharapkan mampu berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada umat, juga pengurus BKM harus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan masjid ramah, aman, dan nyaman, umat bahagia".


Sejalan dengan itu, penanaman nilai-nilai moderasi beragama menjadi salah satu amanah penting yang terus diemban oleh Bimas Islam Kementerian Agama. Melalui kegiatan pembinaan seperti ini, Bimas Islam berupaya membangun cara pandang keagamaan yang seimbang, toleran, dan penuh kedamaian, sehingga masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga ruang tumbuhnya harmoni, persatuan, dan keteladanan di tengah masyarakat. Nilai-nilai moderasi beragama terus ditanamkan melalui penyuluhan yang edukatif.


Dengan beragam layanan dan program diberikan, semangat Bimas Islam Kemenag Simeulue tidak pernah pudar hanya karena berada di tengah tantangan geografis wilayah kepulauan. Bimas Islam Kemenag Simeulue terus berkomitmen memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif. Dengan semangat pengabdian tersebut, Bimas Islam berikhtiar mewujudkan masyarakat Simeulue yang religius, moderat, dan bermartabat.


ESC

Tidak ditemukan hasil untuk ""