Tata Cara Takziah Kepada Orang Musibah.
Penyuluh Agama pada Kantor Urusan Agama Teluk Dalam Kabupaten Simeulue
Ringkasan
"Dalam Islam takziah merupakan perbuatan yang sangat dianjurkan, takziah meliputi beberapa hal, diantaranya adalah menghibur orang yang ditimpa musibah dengan mengingatkan pahala yang diberikan oleh Allah SWT atas musibah yang menimpanya dan juga mendoakan mayat semoga diampuni segala dosanya."
TAKZIAH
Dimakruhkan bagi laki-laki mengucapkan dan menjawab takziah kepada perempuan yang bukan mahram.[1]
Diharamkan bagi perempuan mengucapkan dan menjawab takziah kepada laki-laki yang bukan mahram.[2]
Adapun waktu takziah yang disunnahkan adalah selama 3 hari lebih sedikit sebelum memasuki 4 hari, dihitung mulai dari mayat meninggal.
Adapun waktu untuk bertakziah dihitung mulai dari kematian seseorang menurut pendapat yang kuat, sedangkan menghitung waktu takziah mulai dari mayat dikuburkan merupakan pendapat yang lemah.[3]
Adapun waktu takziah bagi orang yang jauh, sakit atau dipenjara maka waktu takziahnya sebagai berikut:
1. Orang yang jauh setelah sampai kampung
2. Orang yang sakit setelah dia sembuh
3. Orang yang dipenjara Setelah dia lepas
Disunnahkan bagi tetangganya, keluarganya atau orang kampung untuk membuat makanan bagi orang yang terkena musibah dikarenakan orang yang lagi bersedih biasanya tidak sempat mengurus diri.[4]
Adapun orang yang musibah yang membuat makanan merupakan hal yang tidak dianjurkan.
Adapun lafadz balasan atas takziah yang diucapkan kepada kita adalah sebagai berikut:
جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا وَ تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنْكَ.[5]
Disunnahkan mendahulukan takziah kepada orang yang paling sedih dan seterusnya secara tertib.
Disunahkan sesama orang yang mendapat musibah untuk saling bertakziah untuk saling menguatkan.
Disunnahkan takziah meliputi 4 poin yaitu:[6]
1. Menyuruh bersabar atas orang yang ditimpa musibah.
2. Menghibur orang yang terkena musibah dengan pahala yang dijanjikan Allah SWT kepada orang yang terkena musibah
3. Mendoakan mayat untuk mendapatkan ampunan
4. Mendoakan orang yang terkena musibah supaya diberikan yang lebih baik
Adapun lafadz takziah yang diucapkan kepada orang musibah contohnya adalah:
أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ وَ أَحْسَنَ عَزَاكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ وَ جَبَرَ مُصِيْبَتَكَ وَ أَخْلَفَ عَلَيْكَ.[7]
[1] Ibrāhīm al-Bājūrī, Hāsyiah al-Bājūrī, Jld. I, (Surabaya : Haramain, tt), h.335
[2] Ibid.
[3] Ibid.
[4] Ibid.336 bajuri
[5] Ibid.335
[6] Ibid.336
[7] Ibid.